Kebiasaan Orang Tua Yang
Menyebabkan Anak Berprilaku Negatif
Menghukum
secara fisik
Dalam
kondisi emosi, kita cenderung sensitif oleh perilaku anak, dimulai dengan suara
keras, dan kemudian meningkat menjadi tindakan fisik yang menyakiti anak.
Jika kita terbiasa dengan keadaan ini, kita
telah mendidiknya menjadi anak yang kejam dan trengginas, suka menyakiti orang
lain dan membangkang secara destruktif. Perhatikan jika mereka bergaul dengan
teman sebayanya. Percaya atau tidak, anak akan meniru tindakan kita yang suka
memukul. Anak yang suka memukul temannya pada umumnya adalah anak yang sering
dipukuli di rumahnya.
Apa yang
sebaiknya kita lakukan?
Jangan
pernah sekalipun menggunakan hukuman fisik kepada anak, mencubit, memukul, atau
menampar bahkan ada juga yang pakai alat seperti cambuk, sabuk, rotan, atau sabetan.
Gunakanlah kata kata dan dialog, dan jika cara
dialog tidak berhasil maka cobalah evaluasi diri kita. Temukanlah jenis
kebiasaan yang keliru yang selama ini telah kita lakukan dan menyebabkan anak
kita berperilaku seperti ini.
Menghukum
Anak Saat Kita Marah
Hal yang
perlu kita perhatikan dan selalu ingat adalah jangan pernah memberikan sanksi
atau hukuman apa pun pada anak ketika emosi kita sedang memuncak. Pada saat
emosi kita sedang tinggi, apa pun yang keluar dari mulut kita, baik dalam
bentuk kata2 maupun hukuman akan cenderung menyakiti dan menghakimi dan tidak
menjadikan anak lebih baik. Kejadin tersebut akan membekas meski ia telah
beranjak dewasa. Anak juga bisa mendendam pada orang tuanya karena sering
mendapatkan perlakuan di luar batas.
Apa yang
sebaiknya kita lakukan?
· Bila
kita sedang sangat marah segeralah menjauh dari anak. Pilihlah cara yang tepat
untuk bisa menurunkan amarah kita dengan segera.
· Saat
marah kita cenderung memberikan hukuman yang seberat2ya pada anak kita, dan
hanya akan menimbulkan perlawanan baru yang lebih kuat dari anak kita,
sementara tujuan pemberian sanksi adalah untuk menyadarkan anak supaya ia
memahami perilaku buruknya. Setelah emosi reda, barulah kita memberikan hukuman
yang mendidik dan tepat dengan konteks kesalahan yang diperbuat. Ingat, prinsip
hukuman adalah untuk mendidik bukan menyakiti. Pilihlah bentuk sanksi atau
hukuman yang mengurangi aktivitas yang disukainya, seperti mengurangi waktu
main game, atau bermain sepeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar